Rabu, 07 Maret 2012


Oretachi no jii-chan
pengalamanku ketika kakekku stroeke
 
Chapter 2 Pria Gagah yang Membawa Sebotol Uang Receh
               
 Di kasur itu dia terbaring.. diam dengan nafas terengah-engah. Kami mengintipnya dari balik pintu dengan perasaan tak menentu. Aku bertanya pada ayahku setelah melampiaskan rindu sejenak “gimana bapung, yah?” pria berkaca mata itu menghela nafas sejenak “yah, sekarang sudah lebih baik...” jawabnya kemudian. ‘Lebih baik’ kalau kata-kata itu memang berarti sebagaimana artinya maka sebelumnya jauh, jauh lebih mengenaskan. Aku menyuruh adik-adikku yang menghalangi pintu untuk masuk, “sana sapa bapung!” seruku pada mereka. Merekapun masuk bergantian. Namun setelahnya keheningan terjadi, iini tak seperti hari dimana kakek dan nenekku datang berkunjung biasanya, yang selalu dipenuhi canda dan tawa, keisengan pria tua itu selalu membahana di rumah ini saat itu. Hari ini berbeda, segila apapun dan seganas apapun makhluk-makhluk kecil yang kusebut  ‘adikku’ itu, mereka tetap anak-anak yang perasaanya begitu halus, aura kepedihan yang terpancar dari sang kakek dan rasa iba terasa di kulit mereka, mereka ikut merasakan kesakitan sang kakek.
                Ilma, adik keduaku memberanikan diri membuka pertanyaan. “bapung gimana kabarnya?”  pria tua lemah itu terdiam sejenak, ingin, dia ingin menjawab, namun begitu kepayahan dalam berkata-kata. “.....” dia menjawab, menjawab dengan segenap kemampuannya, namun begitu sulit dimengerti, kami berlima tak ada yang mengerti gerendengannya itu. Tak menyerah dia mengatakannya lagi dan sama tidak jelasnya seperti tadi. “oh... iya iya..” ucapku meski masih tak paham, setidaknya itu yang bisa aku lakukan agar tak perlu mendengar penderitaanya. Begitu, inilah alasan mengapa ibuku menolak menelpon kami dan jarang sekali membiarkan kami berbicara dengan bapung. Dia bilang jika ibuku menelpon, kakek akan menangis, meratap dengan kata-katanya yang tak dapat dipahami, dan percayalah mendengarnya akan membuat hati kita lebih tersayat.
 Bulir-bulir air mata mulai berjatuhan di pipi Bima, meski laki-laki dialah yang paling sensitif diantara kami, begitu pula dengan Ilma, si galak yang cengeng ini mungkin menyesal telah bertanya. Sementara adik bungsuku Gyna yang masih balita malah pergi bermain, yah itu lebih baik, mungkin  atmosfer kamar ini terlalu berat untuk anak seusianya. “capek, ya pung? Udah sekarang istirahat ya.” Kataku lembut, aku mendorong Ilma dan Bima yang sedang banjir air mata keluar, aku takut kakekku akan ikut menangis. Sementara Ddai.. ya.. dia yang paling mirip denganku, dan aku tahu bagaimana perasaannya. Gadis itu menatap kakek sendu kemudian tatapannya berubah menjadi tatapan kesal, meski hanya tersirat. Tanpa menoleh lagi pada kakek dia keluar dari ruangan itu, dari sudut matanya dia menatapku sejenak, lalu benar-benar pergi. Dia tak ingin menangis dihadapan kakek, sikapnya yang seakan tak peduli itu sebenarnya upaya untuk menahan diri, dia lebih senang dianggap tak peduli daripada orang lain melihat kelemahannya, seperti itulah dia, kembaranku yang selalu menutup diri itu.
Ddai menatapku dari sudut matanya sejenak sebelum ia pergi, dan aku hanya membisu menanggapinya, dia menyematkan harapan padaku, menyematkan keberanian yang tak bisa ia sampaikan pada kakek kepadaku, berharap aku bisa menyampaikannya, tapi... akupun tak memilikinya, aku tak bisa menyampaikannya...
 Kakek, bagi kami kau adalah pria hebat yang begitu mengagumkan.
Maksudku, harusnya kau tahu bagaimana aku dan Ddai menggambarkanmu sebagai sosok heroik yang tegas dan berwibawa dalam cerita-cerita yang kami buat.
Melalui punggungmu yang kekar dan legam, yang dulu kau pakai untuk memanggul air dan dan padi.. kami cucu-cucumu bisa meraih kehidupan yang layak ini...
Tak peduli dengan lelah, kau biarkan kami menaiki punggungmu, kau tak merelakan punggungmu begitu saja untuk botol air dan berkarung-karung padi, kau selalu menyempatkan waktu untuk membaginya pada kami...
Terkesan tidak adil, tapi kami berdualah..cucu pertamamu yang puas mendapatkan semua itu. Kasihmu, tenagamu, waktumu... meski seiring dengan usia kau sempatkan untuk melakukan hal yang sama untuk mereka, tetap saja...sepertinya emasmu sudah kau beriakan pada kami..
Kami selalu ingat, kala kau datang dengan sebotol uang receh yang kau kumpulkan dan berikan secara Cuma-Cuma untuk kami dua bocah belia yang kegirangan bergelantungan di leher dan punggungmu..
Kamilah yang puas menikmati ketangkasanmu saat bermain kejar-kejaran bersama kami.. kami menikmati semua itu darimu...secara Cuma-Cuma...
Kini bukan hanya rapuh, kau yang begitu lemah sedang diuji dengan kesakitan dan kepedihan.. tapi..dengarlah hei pak tua yang membawa sebotol uang receh, apapun yang terjadi kau tetap kakek kami yang luar biasa! Jangan menyerah dengan ujian ini! Kau pasti bisa, karena kau adalah kakek kami....!
                Itulah untaian makna yang aku dan Ddai ingin sampaikan padanya, tetapi keberanian menghilang, lidah terlipat, akhirnya kata-kata itu hanya terucap di dalam hati membiarkannya hilang tak terdengar oleh siapapun. Menggantinya dengan wajah sendu dan berpaling darinya dengan jutaan penyesalan yang juga tak terdengar olehnya, kakek kami. “aku... tidak bisa mengatakannya... aku terlalu pengecut...” sesalku di hadapan Ddai yang sedang menyembunyikan air matanya. “ tidak ada bedanya denganku,heh....” sindir gadis itu. Aku hanya tertawa mengiakan. “kata-kata kita.. takkan mengubah apapun... kita harus melakukan sesuatu untukknya...” ucap Ddai serius, aku terdiam sejenak lalu menjawab “ ......ya....”
Bersambung...


Oretachi no jii-chan 
pengalamanku ketika kakek stroeke
Chapter 1 Kakekku
                Matahari semakin turun namun sosok yang ditunggu tak kunjung datang. Kami kelima anak buluk yang ditinggal orang tuanya selama seminggu penuh sudah mencapai batas kejenuhan. Dengan tatapan hampa menunggu kedatangan mobil avanza abu-abu yang biasa membawa orang-orang yang amat berharga bagi mereka. Kami tidak akan mendapatkan apapun saat mereka datang, kami tahu itu, namun setidaknya saat mereka ada kami merasa lega, lega sekali. Dan sekarang detik-detik penantian terasa semakin panjang.
                Aku, Gatot, sebagai anak tertua selalu kehilangan wibawa disaat seperti ini, pasalnya jangankan untuk menghibur adik-adikku, menghibur diriku sendiri saja tidak bisa. Aku tidak bisa menyembunyikan kecemasanku, dan itu terlihat jelas,hah dasar payah. Beruntung Ddai, kembaranku bisa di diandalkan, dia terus membuat adik-adik yang lain tertawa dengan candaan dan humor, begitu pula denganku.
Seminggu  yang lalu, dalam perjalanan pulang aku dan Ddai di kejutkan oleh pesan singkat dari ibuku bahwa ayah, ibu dan bibiku harus pulang ke Cilacap karena kakekku jatuh sakit. Pulang kampung dan meninggalkan kami anak-anaknya di rumah bersama dengan kerabat. Aku kaget dan kesal, apa lagi yang menimpa kami? Pasalnya belum lama ini orang tuaku juga harus tancap gas karena rumah kakek-nenekku tersambar petir, bahkan sampai mereka lebaran haji di sana. Kakek sakit apa sih? ......aku cucu yang jahat ya.... yah sempat aku kesal, maaf ya Bapung.. kadang aku khilaf... aku sadar mungkin kami sedang diuji,  ayah dan ibuku juga pasti begitu, mereka sedang diberi tugas untuk jadi anak yang berbakti. Hanya saja aku sedikit waswas kalau diberi tanggung jawab saat mereka pepergian, imajinasiku terlalu liar sehingga parno tingkat tinggi.
Ya, sudah seminggu setelah hari itu, ibuku bilang kakek, bapung jatuh karena hipertensi dan stoeke, hingga harus dirawat di rumah sakit di sana, kalau kondisinya memungkinkan dia akan dibawa kesini untuk pengobatan lebih lanjut. Dan hari ini rencananya mereka akan pulang, kami sedang menunggu dengan sabar. Akhirnya, setelah sekian lama menunggu, mobil avanza abu-abu muncul dan kami yakin itulah mereka. Dengan sigap aku dan Bima, adik laki-laki satu satunya membukakan gerbang. Kami memberi jarak untuk keluarnya mereka, pamanku yang bertubuh tinggi besar sudah stand by kalau harus mengangkat sesuatu, sedang kami yang bertubuh pas-pasan tahu diri dan menyinggir. Maka munculah ibuku dengan wajah yang diliputi peluh dan lelah, begitu pula penumpang yang lainnya. Ayahku meminta paman menolongnya membopong kakek ke kamar. Aku membuka pintu dan Ddai menghundle adik-adikku yang lain.
Aku lihat ayah, bibi, paman dan istrinya bersusah payah mengangkat kakekku, bahkan empat orang ditambah nenekku masih sulit, wajar kakekku orangnya tinggi besar.. makanya aku tak menyangka kalau sekarang pria bertubuh gagah dan perkasa itu harus terbaring lemah dan tak berdaya seperti itu.
Bersambung..

Minggu, 27 November 2011

MTQ Kabupaten Bekasi Ke 43

MTQ Kabupaten Bekasi Ke 43 Digelar di Cikarang Utara, MAN Cikarang Sebagai Pusat Kegiatan PDF Cetak
Sabtu, 08 Oktober 2011 02:37

Cikarang Utara - Pemda Kabupaten Bekasi melaksanakan kegiatan MTQ ke -43 Tingkat Kabupaten Bekasi mulai tanggal 5-9 Oktober 2011 yang dipusatkan di Kecamatan Cikarang Utara, Rabu, (05/10).
Sebelum pembukaan yang dilakukan secara resmi oleh Bupati Bekasi Sa'duddin, ribuan Peserta dari peserta pelajar, tokoh masyarakat dan Masyarakat mengikuti prosesi pawai taaruf di depan unsur Muspida Kabupaten Bekasi.
Kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur'an Ke 43 tingkat Kabupaten Bekasi diikuti oleh 23 Kecamatan Se Kabupaten Bekasi dengan tema “Melalui MTQ ke 43 Kita Tingkatkan Akselerasi Visi dan Misi Kabupaten Bekasi yang Unggul Dalam Bidang Industri, Perdagangan, Pertanian dan Pariwisata”.
Bupati Bekasi Sa'dudin usai upacara pembukaan mengatakan dengan adanya kegiatan MTQ yang dilakukan diharapkan dapat lebih baik ke depannya dan dapat tercipta masyarakat yang lebih agamis di kabupaten Bekasi.
“Ajang MTQ juga merupakan pencarian bibit yang nantinya akan diikutsertakan untuk mengikuti MTQ yang lebih tinggi,” kata Bupati.










MTQ tahun ini diikuti sebanyak 514 peserta dan official dengan total 583 yang mengikuti 9 perlombaan, di antaranya, tilawah, Kaligrafi, Hifzil Quran, Qasidah, Tahfidz Qur'an, Tafsir, sarhil Qur'an, dan Musabaqah menulis kandungan Qur'an yang diikuti dari mulai anak-anak, remaja dan dewasa. (Ardi Mahardika)
MTQ Tingkat Kabupaten Bekasi akan berlangsung 5-10 Oktober 2011 dengan pusat kegiatan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Cikarang.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Bekasi, Drs H Dadang Mulyadi, MM, mengingatkan baik MTQ tingkat babupaten maupun MTQ tingkat provinsi. Kabupaten Bekasi agar selalu memberdayakan qori/qoriah dari daerah sendiri. Tidak main cabut-cabutan. (suzana/si)



  sumber: http//mancikarang.sch.id

SEJARAH MAN CIKARANG

SEJARAH MAN CIKARANG PDF Cetak
  • MAN Cikarang Kabupaten Bekasi berdiri tahun 1992. Pada awal kelahirannya merupakan madrasah swasta dengan nama Madrasah Aliyah Al Mujahidin, berlokasi di desa Karang Asih Cikarang Bekasi. Nama tersebut adalah nama yayasan.  Pemerakarsa pendiriannya adalah Drs. H. Martaya yang saat itu adalah pegawai di Departemen Agama sekaligus menjadi ketua Yayasan Al Mujahidin
  • Pada tahun 1993, Madrasah Aliyah Swasta Al Mujahidin berubah status menjadi Madrasah Aliyah Negeri dengan nama MAN Cikarang Kabupaten Bekasi berdasarkan Surat Keputusan Dirjen ....... Nomor ......  dengan  kepala madrasah yang pertama adalah  Drs. H. Martaya dari awal berdiri sampai dengan tahun 2003  Kemudian pada tahun 2003 diganti oleh Drs. H. Ramlin S. MM.
  • Pada bulan tanggal 13 Maret 2009 terjadi pelantikan dan serah terima jabatan kepala MAN Cikarang dari Drs. H. Ramlin S. MM kepada Drs. H. Badru Tamam M.Pd yang sebelumnya menjabat kepala MAN Parung Panjang Kabupaten Bogor. Beliau juga sebelumnya mengajar di MAN Cikarang dari tahun 2001 s.d. tahun 2008.
  • MAN Cikarang kini menempati area tanah hak guna bangunan seluruhnya seluas 5500 M2, sebagian kecil, yakni bagian depan, sudah terpagar permanen, sementara status kepemilikan tanah sedang dalam proses sertifikasi ( Nopember 2009). Peruntukan tanah tersebut adalah : digunakan sebagai bangunan (kelas, laboratorium, dan mesjid) seluas ......m2; lapangan oleh raga ...... m2;  kantin .500...... m2, dan sisanya yakni 2888 m2 dimanfatkan untuk halaman, taman dan kebun sekolah.
Sumber: http://mancikarang.sch.id

Sabtu, 26 November 2011

WHO ARE WE??

Suatu ketika di blog gaje berjudul Anugerah Dini Hari... sebuah sukro jejadian memulai aktivitasnya menularkan virus eror keseluruh dunia."Hai saya Gatot! ini adaik saya yang buluk,Ddai! Kami adalah pemilik blog ini!" KRIKKRIKKRIK hening hanya jangkrik yang berbunyi. "Dahulu kala kami adalah orang yang waras... tapi semua berubah ketika genotife resesif gaje dan eror (ggee) yang sekian lama terpendam muncul karena adanya entah apalah itu saya lupa,sehingga menghasilkan kami ini"
...................Bahkan jangkrikpun enggan berbunyi. "Kami terlahir antara hidup dan mati di suatu tempat dan waktu.. kemudian karena tugas dari seseorang dengan amat terpaksa kami memperbaharui blog kami(gak juga sih)" sambung gadis gaje yang dari tadi pundung di pojokan gara-gara dibilang buluk oleh Gatot. "Kami adalah individu yang tak dapat terpisahkan satu sama lain tapi ngakunya misah, yang sangat senang mencurahkan kisah gaje kami kedalam tulisan, pengalaman kami memang belum terlalu banyak tapi kami akan berbagi apa yang mudah-mudahan bisa memotivasi Anda.. sekian" 

Dua Chara kakak yang Mati Mengenaskan Untuk Sang Adik

Ddai:
Haihoooo kini memang sudah lama tapi saya memutuskan akan membahasnya! dua karakter kakak yang bikin saya kelepek-kelepek!
Gatot:
Hah apanya yang kelepek-kelepek! dua karakter menyebalkkan itu membuatku hilang wibawa! mereka sudah mengambil hati adik-adikku! didepan mereka aku hilang wibawa sebagai seorang kakak! mereka bahkan hampir mengambil hatiku! noo nanti aku tak punya hati untuk menetralkan racun!
Ddai:
Udahlah kita mulai aja!!!
First! Portgas D. Ace!!

Untuk menyelamatkan Ace peperangan terjadi di Teluk Marineford antara pemerintah dengan dua kekuatan tempur yaitu angkatan laut dan sichibukai melawan armada bajak laut Shirohige dan 48 kapal bjak laut New word. Luffy yang juga bermaksud menolong Ace, kabur bersama para tahanan Imple Down dan bergabung dalam peperangan itu.
Dari awal pecahnya perang ini pasti para penggemar OP sangat terbawa dengan kata-kata para tokoh,perjuangan dan pertarungan mereka. Apa lagi ketika rombongan Luffy datang, yang dengan mati-matian menerjang pasukan marine buat nolongin Ace! Kata-katanya itu loh...."AAACE! bekatalah sesuka hatimu! aku akan menyelamatkanmu meski itu artinya matiii!" "Kalau aku menyerah sekarang, dan seandainya karena itu Ace tidak selamat, maka aku takkan sudi hidup di dunia ini!"
Memang akhirnya Ace bebas dan udah kabur bareng Luffy, tapi karena hinaan Akainu  terhadap Shirohige Ace purik(?) dan berantem sama akainu, lalu saat itulah terjadi hal itu! Luffy yang sudah keklelahan kjadi incaran empuk Akauinu dan Ace... 
Ctaaar, bagai petir di siang bolong (halah lebay), Ace mati-matian berusaha diselamatkan malah mati di depan Luffy demi melindunginya.. Pada akkhirnya Hiken no Ace gugur di medan tempur dengan kata-kata terakhir "Ayah...semuanya... dan juga Luffy...walau aku ini orang yang tidak berguna...walau aku ini keturunan setan.. terima kasih kalian telah mau mencitaiku sampai saat ini!" Maka iapun tewas di hadapan orang yang paling berharga baginya, menyisakan luka mendalam bagi sang adik.
 
 Next Uchiha Itachi
Kesan pertama saat melihat karakter ini adalah 'antagonis' 'jahat' 'kakak berngsek'. Siapa sangka ternyata Itachi punya kkebenaran yang selama ini tersembunyi. selama ini demi Konoha dan sang adik Sasuke, dia rela membunuh dirinya sendiri dan menjalankan misi terkutuk itu. dia menerima aib sebagai ganti cinta dan kebencian sebagai ganti cinta.... dalam pertarungannya dengan sang adik,yang mana dia telah bertekad untuk mati di sana dan demi memberi kekuatan baru untuknya, diapun tewas di depan adik tercinta yang bahkan membencinya lebih dari apaun. kata-kata terakhirnya adalah "Maaf ya Sasuke ini yang terakhir.."

Ddai: huhuhuhu kenapa para mangaka senang sekali membunuh chara yang aku senangi!!!
Gatot: bagus, bagus.. dengan begitu aku tak tersaingi..
Ddai: diam kau sukro atom!

Drama gaje


Hai,, kalian pernah dapat tugas drama dimana teman satu tim kalian orang-orang yang sangat tidak normal? Gaje dan eror? susah untuk membuat mereka berakting normal? di sini ada drama yang pernah Gatot dk mainkan! silahkan baca untuk menambah inspirasi1 TAPI JANGAN DI COPPY!

THE BIRTH
With characters :
St.Rokayah    as   Ayah(Ibu yang melahirkan)                     Pratiwi    as  Tiwi(Saudara)
Mardianah   as  Pak Mardian(Suami Ayah)                          Acnes     as   Nes(Tetangga)
Andini   as   Gatot(Paraji)                                                     Aisyah    as   Aisyah(Saudara)
Kiki   as  Narator
Nurul   as   Tetua
Adista  as   Adista(Anak sulung Mar & Ayah)



Narator: Ibu. Ibu. Ibu...Hadirin cerita kali ini akan membahas tentang perjuangan seorang                                  ibu,dukun beranak dan orang-orang yang menantikan kelahiran Anda..23 Juni tahun xxxxx disebuah tempat terpencil nan jauh dimato seorang wanita sedang ngeden
Ayah:Bapaaaaaaaaaak!!!! Huh..hah..auooooohh!!
Mar:Sabar bu! Sabar!(menenangkan sang istri,kemudian memanggil anaknya) Distaa!
Adista:(menjawab disuatu tempat)Ya paak
Ayah:Aaaaahk!! Allahuakbar!! Kami-sama!! Amitaba,sancai-sancai uuh..Ya bapak yang nyangkut di salib tolonglah hambamu yang menderita iniiii!!
Mar:Masya Allah bu! Istigfar bu! Istigfar,kembalilah kejalan yang lurus wahai dombaku yang tersesat! Banyak jalan menuju samsara!!
Narator:Lu dari tadi ceramah multi agama mulu!
Mar:So what gt loh? Oh iya.. aku akan memanggil paraji kau bersabarlah dan tunggu disini bersama kiki ,istriku!
Adista:(muncul di kamar tsb)Bapak..ah? Ibu su..sudah..???
Narator:Adista syok mendapati ibunya yang selalu kalem dan lembut sedang dalam posisi yang tak senonoh. Dimana ia ngedangkak ala super maxi wings,tangan menjambak rambut Mar,kaki tendang gajahnya Mar,mata melototin Mar,mulut gigit jempolnya Mar,sehingga saya kasihan liat Mar..
Adista: (tepar melihat adegan tsb)
Narator:Sehingga Adista tepar ditempat tak sanggup melihat penderitaan sang ibu atau lebih tepatnya sang ayah.
Ayah&Mar:Eh Ta????
Mar:(mengguncang tubuh anaknya)Ki bangun tong! Babeh ga mau kehilangan elo toong
Narator:Tiba-tiba Ayah kembali meraung.Bayi dalam kandungannya sudah mentackle satu-satunya gerbang menuju touch down dan menginjak panggung christmas bowl
Ayah:AAAAAAAHK!!MARDIAN JELEK PATUT UDEL BODONG GIGI GINGSUL KOLOT BAU BESENGEK JIGONG PETE KENTUT JENGKOL!!CEPETAN PANGGIL PARAJIIII!!
Mar:SI..IAAAP(ngibrit)
.......
Mar:Ayah!(udah kembali dari pencariannya)
Narator:Didapatinya kini kamar tsb yang sudah dipenuhi oleh para tetangga,saudara,sebangsa dan setanah air satu Indonesia!Bayangkan betapa sempit dan sesakya rumah Mardian FC saat itu sehingga susah selonjoran
Ayah:suamikoooowh!!
Narator:Ayah masih meraung-raung seperti kucing garong,membuat Mar menyetel casette player kucing garong n ngedance bareng agnes monika(mar geol2 ma anes)
Nurul:Sabar nak..(ngusap2 ayah)
Tiwi:(ngeliatin mar n anes yg lg geol)Mereka memang tidak bisa di harapkan(Aisyah n Kiki manggut pasrah)
Andin:Mana bayinya??!!(nongol perdana)
Narator:Seorang dukun beranak yang berperawakan bulet dan buntet muncul,siapa lagi kalau bukan Mr.Gatot Parkir
Mar:(menyeret Gatot)Disini! Disini DuBer!!
Narator:Mar menarik Gatot ketempat sang istri namun saat Gatot hendak memeriksa gerbang menuju touch down itu Mar membogemnya
Mar:Ngapain lo ngelongok-longok belah situ?! Laki-laki yang berhak ngelongok bagian itu Cuma gw bro! SU-A-MI-NYA!
Andin:WOOOII apa masalahnya coy?! Udah jelas gw mau nolongin bini elo! Loe kira apa lagi haah?!(sewet karena ritual(?)nya diganggu) Denger ya! Meski berstatus DuBer a.k.a dukun beranak tapi standar gw itu ala dokter Boyke(?) tau!(sang pasien terlupakan)
Mar:(gak kalah sewot)Tapi gak mesti dari situ kan?!
Andin:lo pikir anak sulung lu dari mana ngeberojolnya?!! Dimana-mana bayi itu ngeberojolnya dari ‘sini’ masa dari idung(ayah masih meringis yang lain cengo)
Ayah:DUKUN BEGO,SUAMI SINTING CEPETAN TOLONGIN GW!! KAYAKNYA UDAH NYONGCOT!!
Mar:Aduh iya!!(narik Gatot)
Andin:HIKS GW LAGI POBIA AMA BIDAN DI SURUH AKTING JADI BIDAN GAK RELA GW MAH..
Andin:(udah waras(tadi gelo))Pak Mar ayo dampingi dia! Ayo bu ngeden! Nge-buah???
Nurul:(nyembur-nyembur gatot pake aer)
Narator:Gatot begitu terkejut ketika salah seorang tetua menyemburnya
Andin:Apa yang-(disembur lagi)
Narator :Lagi-lagi sang tetua menyembur Gatot.Bahkan Ayah yang sedang ngeden dan Mardian yang sedang ngupilpun disemburnya. Tak hanya itu para saudara dan tetangga menlakukan ritual2 aneh demi kelangsungan persalinan tersebut.
Tiwi:(memukul-mukul udara dengan sapu lidi)Jauh! Jauh!
Anes:(menciprat-cipratkan air yang sudah dibacai(???))Pegih!Pegih
Aisyah:(membaluri perut Ayah dengan air yang gak jelas)
Adista:(cecelingukan ga jelas,mau disembur Nurul langsung ngacir.Dikejar-kejar Nurul deh)Ogaaah!!
Nurul:Heeeh biar ilang dedemitnya(WTH?!)
Narator:yah maklum wong deso,adat,kepercayaan dan segala macem tektek bengek masih kental. Kembali ke Gatot,tanpa memperdulikannya dia berusaha mengeluarkan sang bayi dari lubang menuju touch down tsb.
Ayah:MMMMPHH!! ASTAJIM IT’S SO HURT!! OOOWH!!
Gatot:Ayo bu jangan astajim astajiman doang,ngeden! Ngeden bro!
Mar:Aduh guys?? Beneran nih ga papa? Saya belum pernah liat istri saya kesakitan begini..
Andin:Gak papa pak Mar, ini perpect banget! So sempurna!
Aisyah,Anes,Adista &Tiwi:(bisik-bisik tetangga)emang ada bidan ngomong kayak bgt? Yang medisan dikit dong..
Andin:Gw DuBer bukan bidan!! Jangan ngemengin bidan napa gw lagi trauma ama bidan! Hshh pokoknya insyaallah bisa normal,ga usah SC
ALL:Emang zaman dulu ada SC?
Narator:SHUT UP!!
Nurul:Iya tong,tenang aja napa! Tiap ari ngejagalin sapi ge! Masa begini aja gak tahan! usapin aja! Usapin!
Ayah:Eh buset!! Sakit bedooooon!!!
Mar:APWAA?!! SIAPA YANG KAMU SEBUT BEDON?!(tersungging)
Ayah:(gak menanggapi mar dan terus meraung)KAAAAH!!
Mar:Jawab Yah! Jawab! Sebagai seorang suami aku kecewa! Kecewa!(nangis2 gaje n lebay)
Anes:(merasa ada kesempatan buat akting langsung action)MENTANG-MENTANG CARI DUIT ANAK DIKASIH SEMBARNGAN!(marahin Aisyah yang ngasih permen ke Adista)
Aisyah:BARU PULANG DIMARAHIN,NGAJAK BERANTEM YA?!
Tiwi:(nyalahin Adista)Kamu sih!
Nurul:Silahkan anda tebak iklan apakah ini?(ALL langsung pose ga jelas yang narsis)
Ayah:Ngeeeeeh(kembali ngeden)
Andin:Bu Ay, 4,5 yard(?) lagi dan touch down! Come on baby!
Narator:Gatot mengodok-ngodok lubang menuju touch down tsb,sedangkan Mar hanya menatapnya bingung
Mar:Mas Gatot ngapain?
Andin:Menyentuh...Memasukan...dan menariknya(nada 17 th keatas)
Mar:(di atas kepalanya terlihat tulisan “sart loading:10%...30%....70%...99%...100&...conection complete.NIIT) APWAAA?! BERANINYA KAU!!
Andin:Bayinya on(mar ber-oh ria)
Ayah:Aduh gw mah gak tahan keluar napa toong!(terisak menahan sakit)
Adista: Mah..ayo mah..
Aisyah,Anes & Tiwi:Sing sabar bu..(ngelus-ngelus,mijitin dsb)
Nurul:Dikit lagi neng
Mar:Neng atau Ntong keluar dong!!! Kamu maluan banget sih kasian ibu kamu!!(mensuport Ayah) Ayo darling vatigon spirit!
Ayah:MMMMMMPH!! AAAAAHK!! HIKS..ALLAHUAKBAR..HIKS AAAHK(slow motion dengan behind the song Naruto:Sadness and Sorrow) hiks..
Mar:Ayah, makanan yang paling kamu suka adalah...
Ayah:DUREN MONTOOOOOONG!!
Mar:Spongebob kuning kayak...(slow motion again,menghabiskan behind the song tadi)
Ayah:(behind the song habis)PISANG RAJAAAAAAA!!!
Nurul:Daradam daradam hei daradam daradam hei(konser di atas perut Ayah dgn kostum radja)
Narator:Tiba-tiba seorang lelaki berkaca mata hitam yang kita ketahui adalah vocalis band Radja gadungan numpang konser di atas perut Ayah
Ayah:PEUREUS!! BAJIIING!
Mar:WOOOII! Nanaonan sia ngagele beteung pamajikan aing?!(ikut naik ke perut Ayah)
Ayah:MARDIANNNNOUHHH!
Narator:Ajaibnya karena kebegoan Mardian dan Radja gadungan...Croooot(sound efek oak oak oak(bayi nangis))
Andin:TOUCH DOOOOOOOOWN!!!(memeluk bayi merah tsb,dan membungkusnya dengan pembalut(???))
(Suasana mengharu biru,kebahagiaan,kesedihan bercampur bersama,dengan behind the song kabhi kushi kabhi gham)
Andin:Selamat! Bayi laki-laki! Sehat dan ganteng persis saya! Mirip duren montong n pisang radja!!
Nurul:(kumat lagi)Daradam daradam ..dabuagh(di bogem Mar)
Mar:Ini bagian gw tau! ..lihat aku! Aku jadi ayah untuk yang kedua kalinya..
Ayah:Anakku..akhirnya aku bisa bertemu denganmu...
ALL:Selamat Ay..! UH GANTENG LOH
Adista:Aku punya ade!(bahagia)....ah? pu..punya ade?! NOOOOOO!!(histeris)
ALL kec Adista :(main sama bayinya)NANGNINGNINGNAGNINGEUNG
Adista :(dikacangin)NOOOOOOOOOOOOOOOOOOO
THE END
Narator:Anda sudah lihatkan betapa menderita kisah sang ibu tadi.. apalagi dengan suami,duber dan keluarganya yang gelo itu..karenanya kita sebagai seorang anak haruslah berbakti pada kedua orang tua kita khususnya ibu. Sekian dari kami..